Jumat, 22 Mei 2026

kemungkinan itu bukan pilihan

Prolog :

sory...akhirnya saya tahu kenapa saya gagal ujian matematika, karena saya memahami matematika bukan hanya sebuah realita huruf dan angka.(ngeles tingkat propinsi)

Saya tidak pernah menemukan quote ini, tapi quote ini sendiri nyamperin saya.(jangan percaya!)

Daftar Isi :

Probabilitas dan Permutasi.

Cinta itu seperti probabilitas, kecil kemungkinan bertemu, namun semesta tetap menghitung menjadi mungkin.

Di antara miliaran permutasi hidup,anehnya hatiku selalu menyusun namamu paling awal.

Probabilitas mempertemukan, permutasi membuatku tak bisa menukar kamu dengan siapa pun.

Bab I : Latar Belakang Masalah

“Di antara semua kemungkinan, semesta tetap menjatuhkan peluangku padamu.”

“Permutasi boleh berubah urutan, tapi hatiku tetap menempatkanmu di posisi yang sama.”

“Secara probabilitas kita mustahil, tapi cinta memang tidak suka matematika.”

“Kalau cinta itu rumus, kamu adalah hasil yang selalu ingin kuulang.”

“Banyak kombinasi di dunia, tapi tak ada susunan yang seindah kita.”

“Peluang bertemu kecil, peluang jatuh cinta ternyata tak terhindarkan.”

“Aku mencoba semua kemungkinan, dan tetap kamu jawaban paling masuk akal.”

“Dalam hitungan acak semesta, namamu selalu muncul sebagai takdir.”

“Probabilitas membuat kita bertemu, perasaan membuatku menetap.”

“Kamu itu seperti hasil akhir perhitungan—semakin dicari, semakin yakin.”

Bab III : Bukan Kesimpulan

Jadi tahukan, kenapa blog ini dinamakan catatan engineer bodoh. (masa ga tau?,)

selalu terikat realitas, tapi imajinasiku tidak pernah diam. Loncat loncat, Alhamdulilah Tuhan memberi anugerah ini.

Draft Lama. sudah expired. baru saya publish 2026. 

Slamdunk.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar